Antusias! Mahasiswa/i Program Studi S1 Farmasi STIKes Salsabila Serang Tingkatkan Kemampuan Enterpreneurship dengan Pelatihan Pharmapreneur

Senin, 31 Januari 2022, Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang melaksanakan Pelatihan Pharmapreneur kepada para mahasiswa/i tingkat akhir (semester VIII) dalam rangka memenuhi syarat SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Kegiatan ini mengusung tema “Kulit Sehat Alami dengan Pemanfaatan Kosmetik Berbahan Tradisional”. Pelatihan Pharmapreneur ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, skill dan ketrampilan mahasiswa/i dalam bidang Pharmapreneur khususnya dalam pembuatan kosmetik dengan memanfaatkan bahan tradisional. Selain itu, diharapkan mahasiswa/i dapat mengetahui bagaimana menjadi seorang pharmapreneur (pengusaha) yang kompeten langsung dari pakarnya. Mulai dari bagaimana seorang pengusaha (pharmapreneur) membuat strategi dalam penentuan formulasi produk khususnya kosmetik dengan konsep yang unik dan kembali ke alam (back to nature), serta perlunya kemampuan manajerial dan marketing yang baik demi mencapai omzet dan goals yang diinginkan.

Pemateri atau fasilitator dalam kegiatan ini adalah seorang pengusaha di bidang farmasi yang merupakan pakar di bidang formulasi yaitu Apoteker Nunu Nugraha, M.Farm. Pak Nunu sendiri telah malang melintang di industri farmasi sejak tahun 2007 hingga kini telah memiliki perusahaan industri farmasi berskala nasional PT. Global Hexa Natura. Kegiatan pelatihan yang dilakukan diantaranya adalah pembuatan lulur dari ampas kelapa, sabun cair dari minyak kelapa, moisturizer cream dan facial wash dengan aloe vera dan kolagen, serta face mist dari air rebusan daun jambu biji dan daun jeruk. Awalnya Pak Nunu ingin mendemokan dari awal bagaimana bahan alam yang dipilih yaitu kelapa diproses menjadi minyak kelapa lalu diformulasikan menjadi produk kosmetik. Namun, dikarenakan keterbatasan waktu, sehingga proses awal kelapa dijadikan minyak diberikan dalam bentuk materi, dan pelatihan langsung dimulai dengan membuat produk sabun cair dari minyak kelapa. Minyak kelapa murni merupakan minyak dengan kandungan asam laurat dan asam palmitat yang tinggi. Asam laurat sendiri berfungsi untuk menghaluskan dan melembabkan kulit, sedangkan fungsi dari asam palmitat dalam pembuatan sabun cair adalah untuk menghasilkan busa yang stabil. Sabun dengan busa yang melimpah mempunyai kemampuan membersihkan kotoran dengan baik, sehingga minyak kelapa sangat cocok dijadikan sebagai bahan baku pembuatan sabun cair. Pemilihan produk sabun cair minyak kelapa dilakukan sebab bahan baku berupa kelapa sangat berlimpah dan dapat ditemukan dengan mudah di daerah sekitar.

Kegiatan pelatihan pharmapreneur seperti ini diharapkan dapat berlangsung secara kontinu di lingkungan Prodi S1-Farmasi STIKes Salsabila Serang. Melalui kegiatan pelatihan seperti ini mahasiswa/i dibekali kemampuan berwirausaha terutama dalam pengembangan produk farmasi dengan pemanfaatan potensi daerah sekitar, dan jika kedepannya dikembangkan lebih lanjut maka dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *